GlobalCN



GlobalCN adalah mesin pencarian video. Kami telah mengindeks jutaan video dari seluruh dunia



Apakah Sudah Subscribe?
Nama:Pernah Kalahkan Hongkong, Tragisnya Nasib Sang Pencetak Gol Sampai Nangis Tak Punya Duit
Durasi:2 mnt 57 dtk
Dilihat:4,122
Dipublikasikan:19 Agustus 2018
Sumber:Youtube
Description::Pernah Kalahkan Hongkong, Tragisnya Nasib Sang Pencetak Gol Sampai Nangis Tak Punya Duit

Timnas Indonesia harus melakoni laga penentuan di duel pamungkas Grup A Asian Games 2018. Hong Kong wajib dikalahkan agar tim Garuda bisa memastikan lolos ke Babak 16 Besar. Meski tak akan mudah, namun skuat Merah Putih diliputi optimistis tinggi.

Terlebih bagi pilar Timnas, Evan Dimas Darmono. Ia pernah membawa Indonesia mengalahkan Hong Kong, bahkan sampai dua kali. Begitu pengakuan pemain yang merumput di Selangor FA itu sebagaimana dikutip dari bolasport.com (19/8/2018).


Ya, benar sekali. Malah Evan Dimas menjadi pencetak salah satu gol kala Timnas Indonesia U-18 mengalahkan Hongkong 2 0 dalam turnamen invitasi Hong Kong Jockey Club (HKJC) International Youth 2013 di Po Kong Village Road Park. Gol lainnya disumbang Gavin Kwan Adsit.

Setahun sebelumnya, Evan dan kawan-kawan juga menekuk tuan rumah di ajang HKFA International Youth Football Invitation Tournament 2012. Dalam turnamen dengan lokasi yang sama itu, Timnas U-17 menang 1 0. Gol tunggal dipersembahkan oleh Indra Kelana Nasution.

Menarik kita cermati bagaimana sekarang dengan para pencetak gol tersebut. Evan dan Gavin seperti diketahui hingga kini kariernya kian cemerlang. Baik di klub maupun timnas. Namun berbeda dengan Indra Kelana. Kisah tragisnya pernah mewarnai pemberitaan media massa.

Dilansir tribunnews.com (5/4/2017), Indra Kelana terpaksa berhenti bermain bola lantaran mengalami cedera. Ia bahkan harus mengadu kesana kemari untuk meminta bantuan biaya operasi. Sambil meneteskan air mata Indra bercerita kepada wartawan.


Ia mengalami cedera lutut ketika berlatih bersama Sumatera Utara untuk persiapan PON 2016 di Jawa Barat. Akibatnya Indra gagal tampil. "Karena tidak ada biaya, saya terpaksa berobat ke tukang kusuk. Saya harus melakukan operasi agar sembuh total. Namun, saya tidak memiliki uang," ujarnya, lirih.

Sejauh ini tak ada lagi kabar lanjutan bagaimana kini nasib top skor dan pemain terbaik Asian School U-15 di Thailand, serta top skor Asian School U-17 di Hongkong tersebut. Semoga saja pemain kelahiran Medan, 15 Juni 1996 itu telah mendapat perhatian dari pihak terkait.
Suka ini ?: