GlobalCN



GlobalCN adalah mesin pencarian video. Kami telah mengindeks jutaan video dari seluruh dunia



Apakah Sudah Subscribe?
Nama:Nyali Presiden Jokowi, Tetap Datangi "Pendemo 212” Meski Telah Diminta untuk Dibatalkan
Durasi:15 mnt 53 dtk
Dilihat:1,502,544
Dipublikasikan:02 Desember 2016
Sumber:Youtube
Description::Presiden Joko Widodo sempat diminta membatalkan niatnya untuk salat Jumat di Monas bersama peserta aksi damai. Permintaan tersebut datang dari para pembantunya yang akhirnya ditolak Presiden Jokowi.
=============

Aksi 212 Damai Karena 10 Orang Pelaku Makar dan Penghina Presiden Ditangkap.

Everything has a price. Semua ada harganya. Itulah kalimat sakti jika kita membuat sebuah keputusan. Kalimat yang akan selalu relevan dengan kehidupan sosial manusia sepanjang masa, termasuk dengan diijinkannya aksi 212 dan kedatangan Presiden ke Monas, itupun ada harganya.

Sebelum aksi 212, dini hari tadi ada 10 orang pelaku makar dan penghina Presiden ditangkap oleh Polisi.

Sepak terjang Sri Bintang Pamungkas menyerukan pelengseran dan makar sebenarnya sudah sejak 2014 lalu. Namun selama ini suaranya tak pernah digubris, baru sekarang Polisi bergerak dan menangkapnya.

Sementara Rachmawati dan Ahmad Dhani, semalam keduanya menggelar keterangan pers bahwa hari ini akan ke MPR bersama beberapa tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan NKRI.

Mereka menuntut MPR untuk melakukan sidang istimewa guna mengembalikan UUD ke UUD 1945 sebelum amandemen. Karena dengan UUD 1945 sebelum amandemen akan lebih mudah melengserkan Jokowi. Hal yang sudah diserukan oleh Rachmawati sejak dua tahun yang lalu. Kalau Dhani bisa dibilang hanya ikut-ikutan politik praktis, sebab dirinya ingin maju sebagai Calon Bupati Bekasi.

Dhani karena pernah jadi juri X Factor dan belakangan aktif melakukan demo dengan segala kelucuannya.

Nenek Ratna Surampaet adalah orang yang juga pernah diamankan oleh polisi karena dianggap memprovokasi warga saat terjadi penggusuran.

Dan Kivlan adalah pembuat berita bohong tentang PKI yang kemudian mengancam-ngancam Jokowi.

Penangkapan 10 orang pelaku makar dan penghina Presiden ini merupakan harga yang harus dibayar agar aksi 212 dapat berlangsung damai dan tidak anarkis. Terbukti, saat mereka semua ditangkap, massa tak ada yang melempari polisi dengan botol air atau menusuk dengan bambu runcing seperti arahan Dhani. Tak perlu ada gas air mata atau bakar-bakaran.

Sebenarnya ada satu lagi nama yang kerap membuat gemas, yakni Rizieq dan FPI. Pelanggaran yang dilakukan Rizieq dan FPI sangat banyak. Seruan menduduki DPR MPR serta istana sudah berkali-kali dia suarakan. Namun hari ini pada aksi 212 Rizieq tak sekalipun memprovokasi akan menduduki Istana atau DPR MPR. Apalagi Kapolri, Panglima TNI dan Presiden Jokowi naik ke atas panggung.

Tak ada lagi ancaman menduduki DPR. Kita bisa lihat mereka sedang kalem-kalemnya, mungkin karena provokatornya sudah ditangkap dan tak ada di tengah-tengah mereka. Andai tadi Rizieq berorasi mau menduduki istana, atau Munarman menyebut Presidennya bego, pasti langsung diangkut oleh polisi.

Penangkapan 10 orang pelaku makar dan penghina Presiden yang kerap memprovokasi ini sangat ampuh untuk menakut-nakuti Rizieq. Apalagi sinyal perlawanan pemerintah sudah ditunjukkan semalam, saat web milik Rizieq diblokir oleh Menkominfo. Pemerintah seolah bilang “sekali lu bilang mau makar lagi, kandangin!”

Selengkapnya: https://goo.gl/7fSlNh
============================

Presiden Jokowi Temui Massa 212, SBY Semakin Terlihat Bermasalah https://goo.gl/2aSBcq

Bukti Provokator 212 Gagal dan Rugi Bandar https://goo.gl/tt2Rcx
========================

Berpayung Biru, Jokowi-JK Tiba di Monas Disambut Takbir.

Presiden Jokowi memutuskan untuk menunaikan salat Jumat di Monas bersama peserta aksi damai 2 Desember. Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK.

Selain didampingi JK, Jokowi berjalan kaki dari dalam Istana Merdeka menuju Monas ditemani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Wiranto, dan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan.

Jokowi dan JK yang berkemeja putih terlihat memegang payung biru guna menghindari guyuran hujan. Sementara, Paspampres melakukan penjagaan ketat.

Saat tiba di lapangan Monas, Jokowi-JK dan rombongan langsung disambut takbir oleh peserta aksi damai 2 Desember. Jokowi-JK juga langsung diarahkan menuju panggung.

"Alhamdulillah dengan seizin Allah, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia ikut salat Jumat bersama. Allah Akbar," ungkap pemimpin aksi damai 2 Desember, KH Bachtiar Nasir.

Sumber: https://goo.gl/cYUju5
================
Suka ini ?: